Homeblockcoin

Selasa, 07 Juli 2020

Ada di Mana Saja Indomaret Kini Buka Layanan Drive Thru

 

Ada di Mana Saja Indomaret Kini Buka Layanan Drive Thru


Indomaret mengoperasikan layanan drive thru yang memudahkan pelanggan membeli kebutuhan tanpa turun dari kendaraan. Layanan ini sempat viral di media sosial dan menjadi alternatif yang pas di masa pandemi. Di sisi lain, model supermarket masa depan juga telah dikembangkan.

Jaringan retail raksasa di Indonesia, PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menghadirkan invoasi layanan drive thru. Tekniknya, pembeli nggak harus turun dari kendaraan untuk membeli barang keperluan yang diinginkan. Meski telah ada sejak 25 September 2019, layanan ini kembali mencuat dan viral di media sosial pada saat pandemi Covid-19.

Direktur Marketing Indomaret Wiwiek Yusuf menjelaskan, layanan tersebut merupakan inovasi perseroan guna memenuhi kebutuhan dan kepraktisan pelanggan, khususnya untuk membeli makanan dan minuman siap saji, serta beberapa item grocery. 

Layanan drive thru ini kali pertama diperkenalkan di gerai Indomaret Jalan Panjang, Jakarta Barat. Setelahnya, layanan ini juga dibuka di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

“Nanti ada dua loker atau counter pelayanan yang ada di sana, jadi pertama-tama pelanggan bisa take order, pilih barang-barang belanjaan dan lakukan pembayaran. Setelah itu selesai, pelanggan bisa menuju counter kedua untuk mengambil pesanan,” kata Wiwiek pada Rabu (10/6/2020).

Menurut dia, layanan tersebut diperlukan di tengah pandemi corona seperti sekarang ini. Sebab, hal ini dapat meminimalkan kontak dengan pengunjung lain. Saat ini, perusahaan juga tengah menimbang penambahan layanan serupa di gerai lain yang ramai pengunjung.

“Kami berharap layanan ini bisa menjadi salah satu alternatif yang digunakan masyarakat di tengah pandemi ini dan semoga kami juga dapat terus meningkatkan pelayanan kami," lanjutnya.

FYI, Indomaret sendiri hingga Januari 2020 telah mengoperasikan 17.681 gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sekitar 60 persen gerai dimiliki sendiri 40 persen sisanya dikelola dengan skema waralaba.

Seorang pekerja Indomaret di Jalan Raya Ahmad Yani Surabaya bernama Rivaldi Kusuma Hadi menuturkan, layanan drirve thru diterapkan di tempatnya bekerja untuk mempermudah pelanggan. Rivaldi mengklaim, tempatnya merupakan minimarket pertama yang menggunakan sistem drive thru di Surabaya.

"Kami minimarket pertama yang menggunakan jasa drive thru. Ini buka sejak tanggal 6 Maret 2020 dan kami buka 24 jam sebenarnya," ucap Rivaldi. Hanya, selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), waktu layanan jadi dibatasi.

Sementara, di sebuah unggahan video di Twitter, akun @PardesSeleh menggambarkan suatu desain supermarket masa depan yang membuat pelanggan bisa berbelanja sambil tetap berada di kendaraan. Dalam video itu terlihat, suatu bangunan besar yang terdiri dari beberapa lorong untuk memilih belanjaan.

Di sana, pembeli bisa mengambil sendiri barang yang dibutuhkan dan menaruhnya di atas conveyor. Kemudian, conveyor akan membawa barang menuju kasir. Kamu tinggal membayar dan melanjutkan perjalanan. Diilustrasikan pula terkait proses penyetokan barang hingga distribusinya sampai di lantai dasar.

Kalau menurut kamu, layanan drive thru ini sebaiknya semakin diperbanyak di Indonesia.


Sekian semoga bermampaat ya.

Senin, 06 Juli 2020

Alami Kenaikan Tagihan Listrik Begini Skema Cicilan PLN bagi Pelanggan

 
Alami Kenaikan Tagihan Listrik Begini Skema Cicilan PLN bagi Pelanggan


Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan anjuran work from home membuat tagihan listrik melonjak drastis. Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun menerapkan skema cicilan pembayaran bagi pengguna yang mengalaminya mulai bulan Juni 2020 ini. Bagaimana perhitungannya ya?

Banyak masyarakat mengeluhkan kenaikan tagihan listrik di masa pandemi Covid-19. Tingginya tagihan yang nggak sebanding dengan pendapatan membuat kas rumah tangga jadi berantakan. Merespons hal tersebut, PT PLN (Persero) menyiapkan skema cicilan pembayaran kenaikan listrik untuk pelanggan pada bulan Juni 2020.

Senior Executive Vice President Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo mengatakan, cicilan ini hanya berlaku untuk “besar kenaikan” tagihan listrik. Skema ini akan diberlakukan bagi pengguna jasa PLN yang mengalami kenaikan tagihan lebih dari 20 persen.

Sebagai ilustrasi, semisal kamu setiap bulan terbiasa membayar listrik Rp 1 juta. Namun karena sering di rumah dan memakai berbagai peralatan listrik, tagihan listriknya membengkak jadi Rp 1,6 juta per bulan. Nah, kenaikan sebesar Rp 600 ribu inilah yang dapat dicicil. Kamu bisa menyicilnya selama empat kali dengan rincian satu kali setiap bulan.

“Dengan rumusan 60 persen dari kenaikan dicicil selama tiga bulan mulai bulan depan (Juli). Sementara 40 persen dibayarkan bulan Juni ini,” kata Yuddy dalam diskusi virtual pada Senin (8/6/2020).

Jadi, kalau kamu mengalami kenaikan tagihan sebesar Rp 600 ribu dan ingin mencicilnya, pada bulan Juni kamu perlu membayar Rp 240 ribu atau 40 persen dari besar kenaikan. Sisanya yang sebesar Rp 360 ribu dapat kamu cicil pada tagihan bulan Juli-September. Di setiap bulan, kamu bisa mencicilnya sebesar Rp 120 ribu.

Dengan diterapkannya kebijakan tersebut, PLN  berharap skema cicilan ini bisa meringankan beban pelanggan, terlebih bagi masyarakat yang tagihan listriknya membengkak di atas 20 persen. Berdasarkan data yang didapat PLN, pada bulan Juni ini ada 4,3 juta pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan lebih dari 20 persen.

“Kita paham kondisi pelanggan, sehingga dengan angsuran tersebut harapannya bisa meringankan,” ujar dia.

Menurut Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril, skema perlindungan terhadap lonjakan tagihan tersebut harus melalui pemeriksaan data setiap pelanggan. Ini untuk memastikan agar kebijakan tepat sasaran. Dampaknya, tagihan pelanggan yang biasanya sudah bisa dilihat pada tanggal 2 atau 3 tiap bulan, baru bisa diakses pada 6 Juni.

“PLN berusaha mencari jalan keluar atas keluhan pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan hingga berlipat-lipat sehingga membebani pelanggan akibat adanya pandemi Covid-19,” ungkap Bob.

Kamu termasuk pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan listrik juga nggak nih.

Sekian semoga bermampaat ya.

Minggu, 05 Juli 2020

Kok Bisa Ternyata Bumbu Indomie Goreng di Jawa dan Luar Jawa Berbeda lo

 
Kok Bisa Ternyata Bumbu Indomie Goreng di Jawa dan Luar Jawa Berbeda lo


Warganet dihebohkan dengan temuan bahwa bumbu indomie goreng yang dijual di Pulau Jawa ternyata berbeda dengan yang dijual di luar Jawa. Apa alasan dari pembedaan ini, ya?

Media sosial Twiter baru-baru ini digegerkan dengan unggahan mengenai bumbu mi instan merek Indomie yang ternyata nggak selalu sama. Berdasarkan foto yang diunggah salah seorang warganet, bumbu Indomie goreng yang dijual di Pulau Jawa menggunakan saus, sedangkan Indomie goreng di luar Pulau Jawa hanya dilengkapi dengan bubuk cabai. Selain itu, bumbu Indomie di luar Jawa juga nggak dilengkapi bawang goreng.

Foto perbedaan bumbu Indomie goreng itu diunggah akun Twitter @subtanyarl pada Minggu (7/6/2020). Begitu diunggah, banyak warganet yang membenarkan dan membagikan pengalaman mereka saat memasak salah satu merek mie paling terkenal di dunia itu.

“Unboxing indomie bubuk cabee buat yang masih belom percaya. Otw masak mi dulu yak,” tulis akun @uid-1004.

Beberapa warganet yang tinggal di Jawa nggak percaya dengan perbedaan bumbu itu. Namun, sebagian yang lain meyakinkannya seperti yang dilakukan oleh akun @urfavoritesin.

“Kok replynya banyak yg gak percaya sih? Demi Tuhan ya, gue tinggal di Lampung seumur2 makan indomie ya gak pake saos dan bawang goreng. Kemaren dapet giveaway indomie sedus dari jawa terus ada saos sama bawang gorengnya jadi bingung. Ternyata beneran beda, enakan indomie lampung,” tulisnya.

Perbedaan ini ternyata dibenarkan General Manager Marketing Noodle Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Julia Atman. Menariknya, keputusan untuk membedakan bumbu Indomie goreng ini berdasarkan riset panjang. Pihak Indomie memberlakukannya setelah mengetahui perbedaan selera konsumen di berbagai daerah.

“Iya, Indomie goreng memiliki dua SKU (Stock Keeping Unit) yang sesuai dengan lidah masyarakat. Tim Marketing Noodle sudah melakukan tes dan mendapat insight yang  berbeda dari penggemar Indomie di beberapa daerah sebelum meluncurkan produk ke pasar,” jelas Julia.

Sementara itu, Head of Corporate Public Relation Indofood Novi Arlaida mengatakan perbedaan bumbu ini sudah diberlakukan sejak lama. Hanya, warganet di Indonesia sepertinya baru menyadarinya.

“Sudah lama sekali perbedaan bumbu ini di pasaran, sekitar 10 tahunan,” ujarnya.

Kamu sudah merasakan Indomie goreng dengan bumbu yang berbeda, nggak nih? Lebih suka rasa yang mana nih, versi bubuk cabai atau saus? 

Sekian semoga bermampaat ya.

Sabtu, 04 Juli 2020

Bisa Sebabkan Usus Buntu Benarkah Biji Jambu dan Biji Cabai

 
Bisa Sebabkan Usus Buntu Benarkah Biji Jambu dan Biji Cabai 


Beberapa orang percaya jika menelan biji jambu dan biji cabai dapat menyebabkan usus buntu. Benarkah demikian? Simak yuk, penjelasannya

Radang usus buntu adalah masalah kesehatan yang terjadi akibat peradangan di saluran pencernaan. Seringkali, masalah kesehatan ini menyebabkan rasa nyeri yang sangat parah. Pengobatannya juga biasanya harus dengan prosedur operasi.

Banyak orang yang menyalahkan makanan sebagai penyebab langsung dari radang usus buntu, khususnya yang keras dan sulit untuk dicerna. Makanan-makanan ini dianggap bisa menyumbat usus buntu dan menyebabkan peradangan. Dua jenis makanan yang seringkali disalahkan adalah biji cabai dan biji jambu.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Asian Pasific Journal of Tropical Biomedicine, anggapan bahwa biji jambu dan biji cabai bisa menyebabkan radang usus buntu ternyata nggak benar. Meskipun sangat keras, kedua jenis biji ini nggak serta merta akan langsung menyebabkan radang usus buntu setelah ditelan. 

Dari 2.000 kasus yang diteliti dalam studi tersebut, hanya satu kasus radang usus buntu yang disebabkan oleh biji buah. Hal ini berarti, risiko mengalami radang usus buntu akibat makan jambu biji atau biji buah lainnya hanya sekitar 0,05 persen.

Hal tersebut dikarenakan sistem pencernaan manusia sudah memiliki cara khusus untuk melumatkan makanan, yakni dengan enzim yang bersifat asam. Setelah kamu mengunyah makanan, otomatis makanan akan dihancurkan oleh enzim tersebut. Enzim ini cukup kuat untuk menghancurkan benda keras seperti biji jambu atau biji cabai.

Hasil penelitian ini dibenarkan oleh dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Johanes Chadrawinata, SpGK. Dia mengatakan bahwa mitos biji-bijian menyebabkan usus buntu hanyalah mitos.

"Itu hoax. Sebenarnya kalau ditanya ke dokter bedah yang menangani usus buntu, pernah enggak menemukan jambu batu di situ? Ya tidak ada. Jadi itu semuanya mitos," ujar Johanes.

Menurut Johanes, radang usus buntu cenderung lebih dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan. Seorang anak yang memiliki orang tua berpenyakit usus buntu memiliki risiko 10 kali lipat terkena penyakit yang sama dibandingkan dengan anak dari orang tua yang nggak pernah mengalaminya.

Selain itu, golongan darah juga bisa mempengaruhi risiko ini. Mereka yang memiliki golongan darah A lebih berisiko terkena penyakit ini daripada orang dengan golongan darah O.

Peradangan usus buntu harus ditangani dengan cepat. Jika sampai usus terus meradang dan akhirnya pecah, bisa memicu infeksi yang berbahaya. Jika nggak kunjung ditangani, bisa jadi membuat nyawa melayang.

Melihat fakta ini, nggak perlu khawatir berlebihan kalau nggak sengaja mengonsumsi biji jambu atau biji cabai. Nggak akan bikin radang usus buntu, kok

Sekian semoga bermampaat ya.

Jumat, 03 Juli 2020

6 Barang Ini Wajib Kamu Siapkan di Fase New Normal Selain Masker

 
6 Barang Ini Wajib Kamu Siapkan di Fase New Normal Selain Masker


Sedikit demi sedikit, masyarakat mulai membiasakan diri untuk mengikuti fase kehidupan new normal. Masalahnya adalah, pandemi Covid-19 masih belum bisa dikendalikan di Indonesia. Demi mencegah paparan virus corona, kamu pun sebaiknya selalu menyiapkan berbagai hal ini.

Setelah sebelumnya meminta masyarakat untuk di rumah aja demi melindungi diri dari Covid-19, pemerintah kini menggaungkan new normal. Masalahnya adalah pandemi Covid-19 di Indonesia belum bisa sepenuhnya dikendalikan. Hal ini membuat semua orang harus mempersiapkan diri untuk melakukan berbagai aktivitas di fase new normal.

Nggak hanya tentang mematuhi protokol kesehatan, kamu sebaiknya juga mempersiapkan berbagai barang ini. Apalagi jika harus ke luar rumah. Berikut adalah barang-barang tersebut.

1. Hand Sanitizer
Hand Sanitizer sangat berguna apabila kamu nggak menemukan tempat untuk mencuci tangan dengan sabun, misalnya di dalam transportasi umum. Anda tinggal mengusap tangan dengan gel hand sanitizer dan tangan pun bisa kembali bersih. Sangat efisien, kan?

Kamu bisa membeli hand sanitizer dengan kandungan alkohol setidaknya 60 persen untuk membersihkan tangan dari virus dan bakteri secara efektif.

2. Face Shield atau Kacamata Pelindung
Menggunakan face shield di tempat umum dapat melindungi wajah, terutama mata dari droplet penyebab virus corona. Namun, jika kamu nggak percaya diri menggunakan face shield, bisa menggunakan kacamata pengaman atau safety googles untuk memberikan perlindungan pada mata.

Menggunakan kedua benda ini dapat mencegah kamu dari kegiatan mengucek mata yang berisiko mentransfer bakteri dari tangan.

3. Tisu Basah dan Tisu Kering
Pastikan untuk selalu membawa tisu! Sebab, tisu sangat bermanfaat untuk selalu menjaga kebersihan di sekitarmu. Tisu kering dapat digunakan untuk mengeringkan tangan setelah cuci tangan, mengelap permukaan yang lembab atau basah, dan melindungimu saat hendak mengambil sesuatu yang kotor.

Sementara itu, tisu basah dapat dipakai untuk mengelap barang-barang atau permukaan tertentu, seperti meja, dudukan toilet, dan semacamnya.

4. Dompet Digital
Seperti yang sudah kamu tahu, uang dapat menjadi tempat virus dan bakteri bersemayam karena telah melalui beberapa tangan yang memegangnya. Hal ini bisa disiasati dengan mulai membiasakan diri melakukan transaksi non tunai. Caranya adalah dengan memakai dompet digital di gawai yang kamu gunakan.

Pastikan bahwa dompet digital ini berisi saldo yang cukup untuk membayar keperluan sehari-hari kamu seperti pulsa, tiket transportasi umum, dan lain-lain.

5. Peralatan Makan
Alih-alih memakai peralatan makan yang sebelumnya dipakai oleh orang lain. Sebaiknya kamu juga mulai membawa peralatan makan sendiri. Peralatan ini bisa berupa tempat makan, sendok, atau sedotan.

6. Peralatan Ibadah
Nah, yang satu ini sebaiknya selalu kamu bawa sendiri ya. Bagi kamu yang Muslim, menggunakan mukena atau sajadah milik sendiri di tempat ibadah umum dapat menurunkan risiko tertular virus corona.

Barang-barang apa saja nih yang sudah biasa kamu bawa di fase new normal.

Sekian semoga bermampaat ya.

Kamis, 02 Juli 2020

Begini Cara Mengeceknya Takut Tagihan Listrik Membengkak

 
Begini Cara Mengeceknya Takut Tagihan Listrik Membengkak


Warganet dihebohkan dengan laporan dari banyak orang yang mengeluhkan kenaikan listrik gila-gilaan di masa pandemi virus corona. Bengkaknya tagihan membuat banyak orang khawatir mereka juga mengalami hal yang sama. Berikut adalah cara untuk mengecek tagihan listrik yang kamu pakai.

Pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat lebih banyak di rumah aja membuat konsumsi listrik kian membengkak. Nggak sedikit pelanggan PLN yang mengeluhkan tagihan listrik mereka naik hingga ratusan kali lipat dari biasanya.

Senior Executive Vice President Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLB Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan, pelanggan bisa meminta kejelasan di posko pengaduan dan kontak center PLN 123 jika mengalami hal ini. Di sana, PLN memiliki data terkait riwayat penggunaan listrik pelanggan lewat ID yang dimiliki masing-masing rumah.

“Kami punya kapan dicatat meternya, ada fotonya juga, kemudian data catatan di tiap bulannya di situ kami bisa menjelaskan,” kata Yuddy dalam webinar terkait tagihan listrik pada Senin (8/6/2020).

Sebelum menghubungi kontak tersebut, kamu bisa mengecek meteran sendiri dulu, lo. Setelah tahu, bisa dicatat dan kemudian kamu cocokkan datanya melalui PLN 123. Nggak hanya itu, website resmi dan PLN Mobile juga bisa kamu manfaatkan untuk mengetahui beban penggunaan listrik bulanan.

Kalau belum memiliki aplikasi PLN mobile, bisa kamu unduh lewat gawai. Di sana, kamu bisa mengecek seberapa banyak pemakaian listrik yang telah digunakan. Caranya juga cukup mudah. Cukup dengan memasukkan ID pelanggan, nanti akan muncul berapa stan meter untuk masing-masing akun.

“Dari data yang tercatat informasi dari kontak center atau web PLN atau PLN mobile, pelanggan tersebut bisa mencocokan data tersebut dengan meter yang ada di rumahnya,” lanjutnya.

Eits, jangan kaget kalau kamu menjumpai data yang disampaikan PLN 123 berbeda. Bisa jadi data yang muncul di PLN Mobile dan website akan lebih rendah dibanding meteran pelanggan yang kamu catat tadi. Ini dikarenakan proses pencatatan yang sampai ke pusat lebih lama dibandingkan dengan yang dari meteran langsung pengguna.

“Seharusnya yang tercatat di PLN mobile atau contact center itu lebih rendah daripada yang di meter. Karena apa? Kemungkinan dicatat berapa hari lalu kan masih ada pemakaian sehingga di meter lebih tinggi,” pungkas Yuddy.

Kamu mengalami kenaikan tagihan listrik juga nggak? Yuk segera cek meteran listrikmu.

Sekian semoga bermampaat ya.

Rabu, 01 Juli 2020

Mana yang Lebih Aman Dikonsumsi Mi dan Spaghetti

 
Mana yang Lebih Aman Dikonsumsi Mi dan Spaghetti


Masyarakat Indonesia dikenal gemar makan mi, khususnya mi instan. Hanya, kini semakin banyak orang yang juga mulai beralih ke pasta seperti spaghetti. Sebenarnya, mana sih yang lebih aman dikonsumsi, mi atau spaghetti?

Orang Indonesia dikenal luas sebagai salah satu penggemar mi instan terbesar di dunia. Nggak hanya mi instan yang nikmat, mi jenis lain seperti bakmi, mi ayam, juga digemari. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut konsumsi mi dalam jangka panjang kurang baik.

Hal ini disebabkan oleh bahan utama dari mi yang berupa tepung gandum murni atau maida. Mi juga cenderung tinggi kalori, lemak, sodium, serta bahan pengawet. Selain itu, mi instan cenderung tinggi lemak jenuh. Jika sering dikonsumsi, tentu akan membuat kadar kolesterol dalam darah naik. Hal ini tentu bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Harvard, disebutkan bahwa hobi makan mi dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik. Dampaknya nggak hanya buruk bagi jantung dan pembuluh darah. Berat badan kamu juga bisa naik dengan signifikan. Hal ini tentu akan membuat badanmu melar.

“Mie instan berbasis maida penuh dengan bahan pengawet dan nggak lain adalah sumber kalori kosong yang merusak semua nutrisi. Kalau kamu mengonsumsinya berlebihan dapat menyebabkan obesitas,” tulis penelitian tersebut.

Namun kamu nggak perlu bersedih dengan fakta ini. Sesekali makan mi boleh-boleh saja kok dilakukan. Kalau nggak mau makan mi, juga bisa kok menggantinya dengan pasta seperti spaghetti. Bentuknya mirip, sama-sama mengenyangkan, namun lebih aman dikonsumsi dibandingkan dengan mi instan.

Spaghetti terbuat dari semumol gandum durum (sooji) yang memiliki kandungan protein lebih tinggi dan nutrisi yang lebih baik. Di dalamnya juga terdapat protein sebanyak 35 persen lebih banyak dari mi instan. Kandungan lemak trans dan kolesterol di dalamnya juga sangat minim.

Sebagai informasi, serat dan protein sangat dibutuhkan tubuh untuk mengendalikan pola makan sehari-hari. Spaghetti menyediakan hal ini. Pakar kesehatan pun menganggap spaghetti lebih sehat dibandingkan dengan mi instan.

Spaghetti bisa diolah dengan berbagai menu yang lezat. Mulai dari jenis saus Bolognese, Aglio Lio, dan Carbonara. Kamu juga bisa menambahkan beberapa jenis topping seperti daging, ayam, sosis atau tuna demi menambah rasa dan nutrisinya.

Melihat fakta ini, spaghetti bisa disimpulkan sebagai makanan yang lebih sehat daripada mi. Lantas, spaghetti jenis apa yang paling kamu suka.

Sekian semoga bermampaat ya.